Kalau Kau Jantan Ceraikan Aku

Gelombang abad kebebasan dan badai globalisasi telah memporak-porandakantatanan kehidupan negeri-negeri Islam. Hak Asasi, demokrasi, emansipasi, kesetaraan gender telah menjadi kabut gelap di masyarakat. Fenomena ”keberanian” wanita semakin meningkat,keharmonisan hidup berkeluarga pun semakin terancam! Kini, perceraian dianggap menjadi hal yang biasa.lstri menuntut cerai, itu menjadi hal yang lumrah. Bahkan tidak jarang, justru istri yang menceraikan suaminya.Padahal sesungguhnya, perceraian bukan hanya berdampak bagi kehidupan dunia, tapi justru kehidupan abadi, Akherat! Kenapa banyak Pasutri muslim gagal membina hubungan rumah tangga,padahal Islam sangat sempurna dalam mengusung konsep rumah tangga SAMARA? Fatamorgana hidup yang menyilaukan dan rayuan setan yang menyesatkan terkadang membuat Pasutri terlena dan lupa daratan, sehingga meninggalkan prinsip dan tujuan utama hidup. Seringkali, tujuan berubah menjadi sarana dan sarana menjadi tujuan, sehingga rumah tangga hancur berantakan. Inilah akibatnya jika dunia dan syahwat telah menjadi pengatur dan tolok ukur dalam memandang kesuksesan. Di dalam buku mi, anda akan mendapatkan pencerahan dan pembelajaran yang sangat berharga dari beragam kasus dan kisah nyata yang sering menerpa kehidupan berumah tangga. Berbekal pengalaman,pengamatan dan pemahaman syariat Islam yang suci, maka penulis mencoba mengurai benang kusut yang sering membelit kehidupan Pasutri. Sehingga, buku ini layak menjadi pegangan bagi kita,sebagai rambu-rambu dalam mencari kebahagiaan di dunia dan mencari kenikmatan abadi di surga-Nya.

Harga: Rp70.000,00
Pengarang: Zainal Abidin Syamsudin
Penerbit: IMAM ABU HANIFAH
Berat: 0,5 kg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: